Uang Asmak 1

Uang Asmak 1

Cara yang pertama, anda harus mengumpulkan sejumlah uang yang berlaku di negeri tempat anda tinggal, yaitu, dari nilai uang yang paling rendah hingga yang tertinggi. Jika di Indonesia, berarti : Rp. 25,- Rp.50, Rp.100,- Rp.500,- Rp.1.000,- Rp.5.000,- Rp.10.000,- Rp.20.000,- Rp.50.000,- dan Rp.100.000,- Seluruh uang itu jika dijumlah mencapai Rp. 186.675 ( Seratus delapan puluh enam ribu enam ratus tujuh puluh lima). Selanjutnya, sejumlah uang itu ditambah dengan uang logam kuno (godgem/kethip) dan dimasukkan dalam peti atau kotak terbuat dari kayu atau besi yang sengaja dibuat untuk melakukan ritual itu. Jika peti dan sejumlah uangnya sudah tersedia, mulailah untuk melakukan amalan batin. Caranya, selama 10 (sepuluh) malam, harus bershalat hajat 2 rekaat pada tengah malam dan setelah shalat hajat membaca Surat Al-Kahfi (sekali). Surat Al-Kahfi terdapat dalam Alquran Surat ke 18 Juz 15. Banyak ayatnya 110. Cara membacanya pada tengah malam itu, setiap sampai pada ayat yang ke 109 berbunyi: Qul lau kaanal bahru midaadal likalimati rabbii lanafidal bahru qabla an tanfada kalimaatu rabbii wa lau ji naa bimitslihii madada, dibaca tiga kali. Sedangkan untuk ayat selanjutnya (yang terakhir) dibaca sekali. Setelah surat Al-Kahfi selesai dibaca, tiup tiga kali pada sejumlah uang yang terdapat dalam peti itu. Dan amalan ini harus dilakukan pada sepuluh malam berturut-turut tanpa terputus. Amalan dalam ilmu uang asmak ini tidak hanya bermanfaat pada orang yang membacakan Surat Al-Kahfinya saja. Uang ini pun dapat diwariskan pada anak-cucu, sepanjang mereka masih dapat melanggengkan kewajiban pokok yang harus dilakukan, sebagai berikut:

1. Menyimpan uang itu dan tidak menggunakannya untuk kepentingan pribadi.

2. Setiap kali ada uang masuk (hasil dari perdagangan, hadiah,dll) maka ambillah uang (dalam peti) yang sudah diasmak itu sejumlah 2,5% hingga 10%, dan sedekahkan pada fakir miskin, yatim piatu atau kegiatan sosial keagamaan. Misalnya, anda diberi hadiah uang Rp. 1.000.000,- Maka ambil sesuai prosentasi diatas (2,5 – 10 presen), berarti sekitar Rp.25.000,- hingga Rp.100.000,-. Uang yang diambil untuk disedekahkan itu adalah uang yang sudah diasmak. Selanjutnya, ganti uang yang dikeluarkan itu dari dalam peti dengan uang yang baru anda terima. Insya Allah, jika hal ini dilakukan secara rutin, maka dalam waktu yang tidak lama, akan ada perobahan, ekonomi lebih maju dan berkah disebabkan oleh laku lahir batin, yaitu, secara batin melakukan shalat hajat selama 7 malam dan membaca Surat Al-Kahfi, dan amalan lahir berupa sedekah kepada orang yang berhak menerima. Amalan yang menyeimbangkan antara ritual dengan sosial, jauh lebih cepat bereaksi dibanding jika hanya menekankan pada satu sisi saja. Terbukti, banyak orang mengamalkan wirid untuk kemudahan rezeki, namun karena bersifat bakhil (enggan berderma), amalan wiridnya pun seperti tidak manjur. Sebaliknya, orang yang (maaf) ibadahnya sedang-sedang saja, namun karena sifatnya dermawan, justru lebih cepat menerima karunia dari Allah SWT. Dan seorang guru hikmah menjelaskan, amalan yang bersifat batin (wirid) itu adalah ibarat pohon. Buahnya adalah perwujudan sikap dermawan seseorang terhadap sesamanya. Dengan memahami hal ini, pemahaman tentang “uang balik” adalah uang yang dibelanjakan dijalan Allah, kemudian setelah itu Allah SWT akan mengembalikannya yang lebih banyak. Sedangkan jika ada orang berani menjanjikan adanya uang yang dapat kembali setelah dibelanjakan, patutlah kita curigai. Logika anak kecil saja mengatakan, “Jika orang dapat mengembalikan uangnya setelah dibelanjakan, buat apa repot-repot memasang iklan.”

5 Tanggapan to “Uang Asmak 1”

  1. Kang Banyu Jati Says:

    Ass…mhn ijin dan doa restu untk mengamalkn.nmun ada pertanyaan,
    1.jika mendpt uang ckup besar dan prosentasinya melebihi jmlah uang dalm peti,gimn…?
    2.jk seorng pedagang pakain keliling,menghitung prosentasinya dari ke untungan atau smua uang yg di dapat termsuk modal..?
    3.jk pedagang sperti no 2 diatas,swaktu berdagang mendpat uang 500rb,tp waktu dagang ada pengeluarn sbesar 100rb.(ongks mobil,mkan, jajan dan beli oleh2 untk anak,beli kbutuhan kluarga,sabun,pasta gigi dll) shingga datng ke rumah,tersisa uang 400rb.Nah…menghitung prosetasenya dari mana,dr yg 500 atw dr yg 400..?mhn jwabn.trima kasih.

  2. nana supriatna Says:

    ass,wr,wb. pa ustad, bgmn dalam amalan uang asmak. jika dalam pembacaan suat al-kahfi nya menyuruh (minta tolong) seseorang, sehubungan saya tdk paseh dalam membaca huruf alqur’an. bisa gak (syah tdk)? trm ksh. ws.wr.wb.

  3. andri Says:

    Ada yang masih belum jelas tentang penggantian uang dalam peti (apakah uang dalam peti jumlahnya harus terus 186.675 antau bertambah sesuai dengan penghasilan yang terus bertambah ?) mohon di perinci tentang proses penggantain uang dalam peti tersebut
    terus yang jadi masalah sekarang adalah nilai uang receh terkecil yang beraedar adalah Rp50, apa bisa dirubah urutannya dari Rp50 misalnya atau dari Rp100 (mengikuti peredaran uang yang berlaku)
    atas penjelasannya saya ucapkan terima kasih

  4. LA ANDA Says:

    MINTA IJIN MENGAMALKAN MUDAH”AN BERKAH

  5. huang yu mei Says:

    mohon izin untuk mengamalkan nya. terima kasih.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: